Didalam kitab “Khuthobu Arroshul”
halaman 542, dan disebut juga dalam kitab “Majmu’u Azzawaid” Juz 10
halaman 346 Roshulullah SAW menyampaikan sabdanya :
عن معاذ
بن جبال رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : لن تجول قدما
عبد يوم القيامة حتّى يسأل عن أربع حصال. عن عمره فيما أفناه, وعن شبابه فيما أبلاه,
وعن ماله من اين اكتسبه و فيما أنفقه, وعن علمه ماذا عمل به (رواه الطبران)
Rasulullah SAW Bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Dari
Mu’adz bin jabal Radhiyallahu ‘anhu Beliau mengatakan
:
لن تجول قدما عبد يوم القيامة حتّى يسأل عن أربع حصال
Tidak akan melangkah kedua kaki
seorang hamba pada hari kiamat (dipadang mahsyar) kecuali akan ditanya empat hal,
Yang pertama, عن عمره فيما أفناه akan ditanya Yaumul
qiyamah dari umur seseorang untuk apa
dia habiskan. Maksiatkah, Thoatkah, ibadah kah, amal sholeh kah atau bahkan amal
ghoiru sholeh (amal Tholeh). Sehingga kata Nabi : sebaik-baik manusia adalah
yang umurnya panjang, baik pula amalnya. Dan seburuk-buruk manusia adalah yang
umurnya panjang tapi Na’udzubillah buruk amalnya. Sebaik baik manusia kata nabi
adalah yang bermanfaat. Umurnya bermanfaat untuk dirinya dan bermanfaat untuk
orang lain. Sehingga yang pertama yang ditanya oleh Allah sebelum melangkahkan
kaki ke Shirothol_Mustaqim عن عمره فيما أفناه dari
umurnya untuk apa dia habiskan.
Dan yang kedua adalah عن شبابه فيما أبلاه Tentang masa mudanya untuk apa dia Gunakan. Sehingga ada maqolah mengatakan :
ان فى يد الشبان امر الأمة وفى اقدامها حياتهاِ
(Sesungguhnya di tangan pemuda ada urusan ummat
dan di tiap kemajuannnya ada kehidupannya) Masyarakat kita, umat kita akan
hancur tergantung generasi muda kita untuk
kedepannya. Sehingga pemuda sangatlah menentukan masa depan masyarakat
dan umat kita. Kalau pumuda kita bukan orang-orang yang معلّق قلبه
بالمساجد yang hatinya tidak tertaut dengan
masjid, yang hatinya tidak tertaut dengan Allah, maka jangan harap masyarakat
kita kedepan yang ada hanyalah kemungkaran, kemungkaran, dan kemungkaran.
Na’udzubillah, tsumma Na’udzubillahi min dzaalik.
Yang ketiga akan ditanya عن ماله من اين اكتسبه و فيما أنفقه akan ditanya tentang hartanya, darimana ia dapatkan dan untuk
apa ia pergunakan. Dibelanjakankah dengan baik, adakah dia sadar bahwa sebagian
dari harta kita ada hak milik orang lain yang akan dimintai pertanggung jawaban
oleh Allah SWT. Harta yang kita cari, yang mengalir dalam darah kita harta yang
Haram atau harta yang Halal. Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.
Dan yang terakhir عن علمه ماذا عمل به dari ilmunya untuk apa ia digunakan. Orang yang pintar belum tentu ia dekat Allah. Orang yang pintar tidak dibarengi dengan hidayah, tidak dibarengi dengan keimanan, maka kepintarannya justru akan menjauhkan dirinya dari Allah SWT. Sehingga Nabi bersabda :
من ازداد علما ولم يزدد هدى لم يزدد من الله تعالى إلا بعدا


Tidak ada komentar:
Posting Komentar