Social Icons

Minggu, 10 November 2013

Hidup, Masa Muda, Harta, dan Ilmu Kita, Untuk apa ???




Didalam kitab “Khuthobu Arroshul” halaman 542, dan disebut juga dalam kitab “Majmu’u Azzawaid” Juz 10 halaman 346 Roshulullah SAW menyampaikan sabdanya :


عن معاذ بن جبال رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : لن تجول قدما عبد يوم القيامة حتّى يسأل عن أربع حصال. عن عمره فيما أفناه, وعن شبابه فيما أبلاه, وعن ماله من اين اكتسبه و فيما أنفقه, وعن علمه ماذا عمل به (رواه الطبران)

Rasulullah SAW Bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Dari Mu’adz bin jabal Radhiyallahu ‘anhu Beliau mengatakan  
:
 لن تجول قدما عبد يوم القيامة حتّى يسأل عن أربع حصال

Tidak akan melangkah kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat (dipadang mahsyar) kecuali akan ditanya empat hal,

Yang pertama, عن عمره فيما أفناه akan ditanya Yaumul qiyamah dari umur seseorang untuk apa dia habiskan. Maksiatkah, Thoatkah, ibadah kah, amal sholeh kah atau bahkan amal ghoiru sholeh (amal Tholeh). Sehingga kata Nabi : sebaik-baik manusia adalah yang umurnya panjang, baik pula amalnya. Dan seburuk-buruk manusia adalah yang umurnya panjang tapi Na’udzubillah buruk amalnya. Sebaik baik manusia kata nabi adalah yang bermanfaat. Umurnya bermanfaat untuk dirinya dan bermanfaat untuk orang lain. Sehingga yang pertama yang ditanya oleh Allah sebelum melangkahkan kaki ke Shirothol_Mustaqim عن عمره فيما أفناه dari umurnya untuk apa dia habiskan.

Dan yang kedua adalah  عن شبابه فيما أبلاه Tentang masa mudanya untuk apa dia Gunakan. Sehingga ada maqolah mengatakan :
ان فى يد الشبان امر الأمة وفى اقدامها حياتهاِ

(Sesungguhnya di tangan pemuda ada urusan ummat dan di tiap kemajuannnya ada kehidupannya) Masyarakat kita, umat kita akan hancur tergantung generasi muda kita untuk  kedepannya. Sehingga pemuda sangatlah menentukan masa depan masyarakat dan umat kita. Kalau pumuda kita bukan orang-orang yang معلّق قلبه بالمساجد yang hatinya tidak tertaut dengan masjid, yang hatinya tidak tertaut dengan Allah, maka jangan harap masyarakat kita kedepan yang ada hanyalah kemungkaran, kemungkaran, dan kemungkaran. Na’udzubillah, tsumma Na’udzubillahi min dzaalik.
 
Yang ketiga akan ditanya عن ماله من اين اكتسبه و فيما أنفقه akan ditanya tentang hartanya, darimana ia dapatkan dan untuk apa ia pergunakan. Dibelanjakankah dengan baik, adakah dia sadar bahwa sebagian dari harta kita ada hak milik orang lain yang akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT. Harta yang kita cari, yang mengalir dalam darah kita harta yang Haram atau harta yang Halal. Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.
Dan yang terakhir عن علمه ماذا عمل به dari ilmunya untuk apa ia digunakan. Orang yang pintar belum tentu ia dekat Allah. Orang yang pintar tidak dibarengi dengan hidayah, tidak dibarengi dengan keimanan, maka kepintarannya justru akan menjauhkan dirinya dari Allah SWT. Sehingga Nabi bersabda :
من ازداد علما ولم يزدد هدى لم يزدد من الله تعالى إلا بعدا

Barang siapa yang bertambah ilmu  tapi tidak bertambah hidayah, tidak bertambah iman, maka ia akan bertambah jauh dari Allah SWT. Alangkah luar biasa kalau kita bisa mengerjakan empat hal untuk apa umur kita, mempergunakan masa muda kita, kemudian harta kita, kita pergunakan dengan baik, ilmu kita, kita manfaatkan, kita amalkan dengan baik, insya allah kita akan diangkat oleh Allah SWT menjadi derajat orang-orang yang bertaqwa. Amien, amien Yaa Rabbal ‘alamien.........!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Diam itu Emas